Laman

Rabu, 27 Mei 2020

Berpikir Kreatif versus Berpikir Analitis

| ilustrasi: "creative thinking || udemy.com | 
Definisi Kreativitas

Kreativitas adalah:

“Kemampuan untuk mencipta atau daya cipta”  
"perihal berkreasi atau kekreatifan"
(Kamus Besar Bah. Indonesia)

"Suatu hal yang halus dan ilusif, ia adalah suatu imajinasi, visi, kecerdikan dan inspirasi. Apapun definisinya, kreatifitas adalah hasil pemikiran dengan menggunakan konteks-konteks aneh dalam memandang gagasan-gagasan dan masalah-masalah yang telah ada dan telah dikenal” 
(Dorothy Schaeffer)

“Hasil gagsan yang mendatangkan suatu perbaikan efisiensi dan efektifitas suatu sistem” (Matherly dan Goldsmith)

“Kemampuan yang menakjubkan untuk memahami dua kenyataan yang saling berbeda tanpa keluar dari bidang pengalaman kita, dan menemukan cahaya terang dengan membanding-bandingkannya”
(Rawlinson)


Dapat disimpulkan bahwa kreatifitas adalah hasil pemikiran dan kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:
1). BARU, YANG BELUM ADA SEBELUMNYA, SEGAR, MENARIK, ANEH DAN MENGEJUTKAN.
2). BERMANFAAT, LEBIH PRAKTIS, LEBIH ENAK, LEBIH MUDAH, LEBIH LANCAR, SERTA LEBIH BANYAK DAN LEBIH BERKUALITAS.

Berpikir Analitis

Berpikir secara analitis berarti mencari dan menemukan jawaban yang tidak dapat dibantah dengan deduksi yang logis atau berdasarkan fakta yang telah diketahui sebelumnya.

Berpikir analitis disebut juga berpikir konvergen dan vertikal, karena hanya menuju kepada satu jawaban (converge) . Vertikal karena  cara berpikirnya sempit dan mengarah lurus ke satu jawaban tertentu. Berpikir kreatif adalah berpikir divergen dan lateral. Karena pikiran didorong menyebar jauh dan luas (diverge) serta melebar ke samping (lateral) dalam mencari ide untuk memecahkan masalah. Berikut perbedaan secara skematis:


BERPIKIR ANALITIS
BERPIKIR KREATIF
LOGIS
IMAJINATIF
DAPAT DIRAMALKAN
TIDAK DAPAT DIRAMALKAN
KONVERGEN-VERTIKAL
DIVERGEN-LATERAL
JAWABAN TUNGGAL
JAWABAN BANYAK







Dalam praktek dua-duanya diperlukan. Jadi bukan saling menghilangkan. Tergantung masalah yang dihadapi. Ada masalah yang harus dirunut detil dengan gaya berpikir analitis. Ada juga masalah yang harus dihadapi dengan memikirkan sebanyak mungkin alternatif lewat proses berpikir kreatif. 

Berpikir analitis dan berpikir kreatif, seringkali kita butuhkan secara bersamaan dalam proses pengambilan keputusan. Melahirkan ide-ide baru dan memutuskan ide yang dianggap paling baik dan tepat.

Ciri-ciri Orang Kreatif

Menurut Garry K. Himes:
  1. Sensitif terhadap lingkungan
  2. Fleksibel, terbuka, ingin tahu, dan seleksi
  3. Penilaian bebas
  4. Toleransi terhadap kesamaran
  5. Fleksibilitas mental
David Campbell, mengemukakan 7 ciri manajer kreatif:
  1.  Mau menanggung resiko
  2. Tenang dengan ide yang setengah masak
  3. Mau memperlonggar kebijakan organisasi
  4. Mempu membuat keputusan yang tepat dan cepat
  5. Pendengar yang baik
  6. Tidak terpaku pada kesalahan
  7. Menyukai pekerjaan
Pengembangan Kreativitas

 Berikut beberapa pedoman praktis untuk mengembangkan kreativitas.
  1. Telusuri ide-ide anda setiap waktu
  2. Ajukan pertanyaan-pertanyaan baru bagi diri anda setiap hari
  3. Pelajarilah hal-hal di luar bidang keahlian anda
  4. Hindari pola-pola yang kaku dalam mengerjakan sesuatu.
  5. Tentukan masalah yang akan dipecahkan, bukan hanya gejalanya.
  6. Bersikaplah terbuka dan mau menerima ide-ide baru.
  7. Bersikaplah jeli dalam mengobservasi
  8. Pilih waktu yang tepat untuk berpikir
  9. Tetapkan sasaran dan batas waktu
  10. Kerjakan hal-hal yang sulit dengan tekun walaupun perlu waktu lama.
  11. Gunakan firasat/intuisi anda
  12. gunakan kegagalan anda maupun orang lain sebagai pelajaran berharga untuk memacu munculnya ide-ide baru.
  13. jadilah pembaca yang baik
  14. Bersikaplah positif, karena sikap posiitif mendoorong kreatifitas dan memberi kebebasan berpikir.

Sharron Nelton mengemukakan 8 cara mengembangkan kreatfitas:
  1. Teruslah melakukan komunikasi secara aktif
  2. Menggunakanorang-orang yanglatar belakngnya beraneka ragam dalam melaksanakan pekerjaan dan memecahkan masalah.
  3. Mengurangi rasa tahut akan kegagalan.
  4. Berpikir terbuka, dan bersedia menerima gagasan yang mungikin kelihatan kurang baik / kurang bermutu
  5. Gunakan lelucon, karena lelucon penting untuk proses kreatifitas.
  6. Buat anggaran yang cukup untuk melakukan inovasi
  7. Tanamkan sikap positif
  8. Perbolehkan / izinkan keanekaragaman daam gaya pribadi
Demikian semoga bermanfaat

(***)

Ikuti konten lainnya tentang "Berpikir"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar