Laman

Senin, 25 Mei 2020

Visi dan Pemimpin Visioner


"Vision"||123rf.com
Pemimpin visioner adalah pemimpin yang memiliki visi dan punya komitmen untuk menjalankan strategi menjalankan atau mencapai visi. Dia adalah seorang yang punya pandangan ke depan tentang tujuan-tujuan ideal yang harus dicapai oleh organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin visioner dapat juga dikatakan adalah pemimpin yang mempunyai dream atau gambaran tentang masa depan yang dinamis dari sekarang.

 Beberapa definisi tentang visi dari para ahli diantaranya:

“Sebuah ideal dan pencitraan unik dari masa depan” (Kouzes dan Posner, 1987. “The Leadership Chalenge: how to get an extraordinary things done in organization”)

“Sebuah perjalanan mental dari yang diketahui menuju yang tidak diketahui, menciptakan masa depan dari gabungan berbagai fakta sekarang, harapan, impian, bahaya dan peluang” (Hickman dan Silva, 1984. “Creating Excellence: Managing Corporate Culture, Strategy and change in the new age”)

Bennis dan Nanus (1985. “Leaders: the Strategy for taking change” ) menangkap makna visi dengan kata-kata: “Untuk memilih arah, seorang pemimpin pertama-tama harus mengembangkan suatu pencitraan mental mengenai bentuk organisasi yang mungkin dan diinginkan untuk masa depan. … Sebuah visi mengartikulasikan sebuah pandangan mengenai masa depan organisasi yang realistis, bisa dipercaya, atraktif, suatu kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan yang ada sekarang. Sebuah visi merupakan target yang memberi banyak petunjuk."

Visi mungkin saja kompleks dan rumit, mengandung banyak detail, mengungkap bangak nilai dan ide pemimpin. Dalam beberapa bidang visi itu agak kabur, di bidang lain justru amat jelas dan gamblang.

Problem dari pernyataan visi yang kompleks adalah kesulitannya untuk dikomunikasikan secara ringkas kepada orang yang dipimpin. Dalam memformulasikan visi, pemimpin harus mampu enghimpun informasi (internal dan eksternal) dan memproses Informasi .

Untuk mensitesis sebuah visi, diperlukan:

  • 1. Tinjauan masa depan (foresight), supaya visi tetap kontekstual di masa depan
  • 2. Tinjauan atas peristiwa yang sudah dan sedang terjadi (hindslight), sehingga budaya  organisasi tidak terlalu jauh dilanggar
  • 3. Pandangan mengenai dunia (worldview), untuk meraih keuntungan dari dampak perkembangan dan tren baru.
  • 4. Persepsi mendalam (depth perception) untuk melihat seluruh gambaran secara mendetail dan perspektif
  • 5. Visi periferi (peripheral vision), untuk meramalkan kemungkinan-kemungkinan respons dari para kompetitor
  • 6. Revisi (revision), sehingga visi tersebut mencerminkan dan akan mencerminkan perubahan dalam lingkungan.

Visi sifatnya masing sangat abstrak, karena itu perlu dijabarkan dalam bentuk misi. Misi merupakan implementasi atau turunan atau derivasi dari visi dalam artian merupakan hal-hal yang agak operasional umum sebagai strategi atau usaha mencapai dan mendukung visi. Misi dapat terdiri dari beberapa point dan dapat didekati secara fungsional approach. (***)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar